DARI PESANTREN

Kamis, 01 Maret 2012

INILAH WAJAH DESA dan KOTAKU..











...monggo...mampir nang magelang.....ini adalah sebagian gambar yg kami upload untuk anda ....

Sayangan, Muntilan

jika kalian berada di muntilan, jangan lupa mampir ke kawasan sayangan. eits, ini bukan tempat buat bersayang-sayangan, lo. namanya memang begitu. di kawasan ini, terdapat lebih dari lima belas pedagang makanan. mereka menjajakan makanan yang beragam dari ujung sana hingga sini di kawasan sayangan. mulai dari menu makanan ramesan ala masakan rumah, sate ayam, seafood, nasi goreng, bakso, kupat tahu, goreng-gorengan.

satu kedai yang saya wajib datangi adalah kupat tahu sayangan. bila dari arah jalan utama atau jalan pemuda, kupat tahu ini jaraknya sekitar 25 meter dari kelokan atau pertigaan jalan. warna gerobaknya hijau, dengan penutup di kanan-kiri yang berwarna hijau juga. konon, kedai kupat tahu ini sudah puluhan tahun lamanya. dus, kupat tahu sayangan ini cukup legendaris.

p1070211.JPG p1070214.JPG

setiap hari, kedai ini bisa menjual sekitar 350 iris tahu yang dipotong besar-besar dan digoreng. umumnya, setiap porsi hanya membutuhkan 1 iris tahu saja. maklum, ukurannya besar. tahu ini nggak beli di pasar lo, tapi bikin sendiri.

coba, datang dan pesanlah. makanan ini disajikan untuk pengunjungnya dalam kondisi yang masih segar alias baru. tahunya baru digoreng. olahan kecap, bawang putih, kacang dan lomboknya pun dibikin on the spot alias langsung di atas piring masing-masing pembeli. jadi, mau beli satu porsi dengan lombok 5 buah dan 12 buah pun akan diracikkan satu per satu karena bumbunya di olah di setiap piring (tidak dibikin massal).

satu porsi itu isinya buanyak dan penuh. diantaranya ada tahu, taoge, kobis, irisan ketupat. rasanya? uhm … tahu yang kenyal dan hangat membuat kupat tahu ini sempurna. saus cokelat dari kecap pun tak terlalu manis dan pekat. kesimpulannya: rasaya bikin nagih deh.

ganti rugi untuk satu porsi kupat tahu ini adalah Rp 2.500. harganya cukup ajaib dengan ramuan kupat tahu yang two thumbs up.

KARANGGENENG,PAYAMAN,SECANG,MAGELANG

Adalah sebuah desa kecil yang aman,nyaman,dan toleran...sebagian besar penduduknya adalah petani,pegawai,wiraswasta dan pengangguran...he..he..
di desa ini terdapat bermacam-macam home industri yang sangat terkenal seantero dunia..yaitu kue satru..criping balung kuwuk,rengginan,trasikan,dll...pokoknya desa ini asik banget..

Rabu, 29 Februari 2012

MAKAM SUNAN GESENG


Obyek Wisata Religi makam Sunan Geseng yang terletak di Desa Tirto Kecamatan Grabag .Makam Sunan Geseng ramai dikunjungi masyarakat Kabupaten dan sekitarnya khususnya warga Grabag pada malam ke- 21 dibulan Romadhon .Sunan Geseng yang mempunyai nama asli JOKRO JOYO adalah murid dari Sunan Kalijogo yang diperintahkan untuk menjaga tongkatnya, karena terlalu lama ,tempat untuk menjaga tongkat berupah menjadi semak-semak dan untuk menemukannya maka dibakarlah JOKRO JOYO tersebut hingga hangus terbakar yang kemudian oleh Sunan Kalijogo dimandikan di Sendang Jati Luweh Jogjakarta selanjutnya COKRO JOYO berganti nama dengan Sunan Geseng dan disuruhlah untuk menyebarkan Agama Islam Di Kecamatan Grabag sampai Wafat dan dimakamkan di Desa Tirto

Merasakan Denyut Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo masih menjadi tujuan utama berbelanja buat mereka yang bertandang ke Yogyakarta. Meski di Jalan Malioboro juga terdapat banyak toko batik dan suvenir, tetapi mereka masih belum dapat menandingi pasar Beringharjo.

Pada akhir pekan, lorong-lorong penjual batik di lantai dasar pasar ini pasti akan penuh sesak. Anda harus siap berdesakan dengan penjaja batik yang menawarkan dagangannya — juga dengan dua arus pengunjung yang berbelanja di lorong-lorong sempit itu.


Bagian depan Pasar Beringharjo. Foto: Tempo/Hariyanto

Di pasar ini, Anda bisa berbelanja mulai dari batik yang sudah jadi (baik dalam bentuk kain, cap maupun tulis). Beragam motif batik seperti Lasem, Madura, Bantul juga tersedia. Bahkan pakaian santai, daster, celana longgar, sampai gaun-gaun dan kemeja batik resmi juga dapat dicari.

Salah satu tempat yang bisa jadi pilihan adalah gerai batik Soenardi. Mereka punya dua los di lantai dasar pasar ini; satu di sebelah selatan pasar dan satu lagi di utara. Kedua los itu menyediakan koleksi yang berbeda. Kain-kain batik tulis dijual seharga Rp 110 ribu, sementara cap dijual mulai dari Rp 70 ribuan.

Jika Anda ingin mencari batik khas Bantul (yang selalu berwarna coklat tua dengan sisa kain dibiarkan putih), ada sebuah kios yang khusus berjualan itu. Sayangnya, kios ini tidak bernama atau bernomor. Untuk mendapatkan kios ini, masuklah dari pintu utama pasar di bagian depan lalu belok kiri di lorong kelima. Kios batik khas Bantul akan ada di sisi kiri Anda, dijaga oleh dua ibu tua yang berkebaya, kain dan sanggul.

Anda tinggal memilih dari beragam motif klasik seperti sidomukti, kawung, parang dan galaran. Per lembar kain batik dijual seharga Rp 65 ribu. Penjual batik khas Bantul dengan bangga mengatakan, mereka tidak menjual batik cap di kios mereka.


Berbagai macam batik yang bisa Anda temukan di Pasar Beringharjo. Foto: Tempo/Panca Syurkani

Di lantai tiga pasar, Anda akan menemukan tas-tas anyaman dari eceng gondok. Desain dan pewarnaannya pun cukup modern serta bergaya. Tas kecil yang bisa memuat dompet dan telepon genggam serta pernak-pernik lain sudah bisa Anda dapatkan dengan harga Rp 15 ribu.

Jika barang antik adalah minat Anda, berjalanlah ke bagian utara pasar. Koin uang kuno (benggol) juga dijual per paket mulai dari Rp 15 ribu, tergantung kelangkaannya. Di sana, pernik dapur seperti penggiling kopi pun bisa Anda dapatkan dengan harga murah. Selain itu, masih ada rempah-rempah kering, berbagai macam jamu, beragam aksesoris baju pengantin, sampai penganan seperti cendol dan sate gajih (lemak) yang harumnya menyebar di lorong-lorong pasar.

Pasar Beringharjo sebenarnya bukan hanya soal berbelanja, tapi juga manusia-manusia di dalamnya. Salah satu yang paling mengesankan (sekaligus membuat terenyuh) adalah para penjaja jasa gendong belanjaan atau mbok-mbok gendong yang berusia renta (60 tahun ke atas). Anda bisa mengenali mereka dari selendang yang tersampir di salah satu bahu. Mereka juga kadang akan mendekati Anda untuk menawarkan jasa menggendong atau memanggul dengan imbalan beberapa ribu rupiah saja.